Translate This Article

Tampilkan postingan dengan label dish. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dish. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Oktober 2014

Bonus dari Tanah Suci

Sebelum baca postingan ini, aku mau jelasin sebentar kenapa alur kisahnya terkesan berbolak-balik atau muter2. Aku ga pake alur maju (kisah diceritain runut mulai dari awal perjalanan dari Solo-Jakarta-Bangkok-Tanah Suci-Bangkok-Jakarta-Solo) atau alur mundur (kisah diceritain runut mulai dari akhir perjalanan dari Solo-Jakarta-Bangkok-Tanah Suci-Bangkok-Jakarta-Solo) tapi aku campur keduanya (lhoh, gimana tuh?). Jadi aku mulai nulis awal keberangkatan dari Solo ke Jakarta lalu Tanah Suci dulu tanpa nulis Bangkok sebelumnya. Niatku karena tujuan awalku adalah cerita tentang my trip experience in Tanah Suci dulu baru Bangkok karena Bangkok buatku adalah bonus perjalanan buat kami semua.

Ngomong2 soal bonus, disini bakalan aku pos soalan kegiatan kami para jamaah abis pulang dari Tanah Suci. Kami ga bisa pulang langsung ke tanah air karena emang tiketnya PP Jeddah-Bangkok, bukan Jeddah-Jakarta. Jadilah kami "pulang" ke Bangkok pakai Etihad alhamdulillah dengan aman, nyaman dan sentausa, he3... Oke, dari Jeddah transit dulu di Abu Dhabi Int. Airport baru ke Suvanabhumi untuk selanjutnya stay di Ramkhamhaeng lagi, alhamdulillah, yeay!

Sampai di Suvarnabhumi, ibu kabiro langsung ngajak aku hubungi Ust. S untuk urusan akomodasi dan transport. Ga beberapa saat kemudian sebuah panggilan masuk di gadgetku dan ternyata dari Pak G manajer Regent Hotel di Ramkhamhaeng tempat kami stay sebelum ke Tanah Suci. Beliau sama satu asistennya dateng dan langsung bawa kami ke Regent. Sekali lagi aku kagum sama Pak G karena beliau bener2 memuliakan tamu dengan jemput kami secara langsung dari Suvarnabhumi ke Ramkhamhaeng. Keren!

Di Regent kamipun istirahat. Kami stay disana selama 3 hari. Hari kedua di Bangkok pasca kepulangan dari Tanah Suci, kami dapat bonus traveling ke beberapa itinerary di Thailand. Aku sebut bonus karena kami ga nyangka bisa sampai di negara ini dan bisa traveling gratis disini. Aku sendiri ingat niat besarku kala itu, waktu umurku masi belia (sekarang juga masi belia, cuma beda beberapa tahun, hahaha... ga mau dibilang tua ceritanya :p) Aku pengen banget bisa traveling keluar negeri. Tapi sebelum kemana2, aku pengen bisa ke Tanah Suci dulu baru traveling ke negara lain jika Allah ngasi kesempatan karena aku ga tau aku hidup sampai usia keberapa dan sebelum aku tutup usia aku ingin ke Tanah Suci buat ibadah dulu jika diizinkan. Dan Alhamdulillah Allah ngijabahin doaku. Aku bisa ke Tanah Suci buat umrah dan dapet bonus langsung di Thailand selama seminggu (4 hari pra, 3 hari pasca dari Tanah Suci). Aku bener2 ngrasa Allah itu deket. Deket banget sama aku khususnya karena Dia terus mendidik aku untuk jadi orang yang harusnya selalu sabar dan bersyukur meski harus ngelewatin berbagai halang rintang menuju Baitullah.

Bonus yang kami dapet adalah kami pergi ke 3 tempat di Thailand. Pattaya Floating Market, Pattaya Beach, sama Gems Gallery. Ya, kami akan ke Pattaya. Letaknya yang hanya sekitar 140 km dari Bangkok yang jadi pertimbangan kesana. Karena kebanyakan jamaah kami adalah lansia dan esok hari kami akan ninggalin Thailand, hanya kira2 separuh yang ikut tur ini. Keluargaku Alhamdulillah ikut semua, he3... Mari dikupas satu persatu.

1. Pattaya Floating Market
Sebelum kesini, karena hari udah siang dan masuk waktu dhuhur, kami berhenti di Chonburi tepatnya di kawasan muslimnya. Kami ternyata diantar sama si sopir travel yang bawa kami ke restoran muslim Thailand. Aneka macam dish khas Thailand macam tom yam, seafood, dan masakan kari tersedia di meja kami. Alhamdulillah... kalau udah rezeki emang ga akan kemana, he3...

Restoran cozy dan comfy yang cukup luas ini punya seorang wanita turunan Bangladesh yang bersuami orang Thai. Si ibu cukup ramah nyapa kami dan ajak ngobrol. Abis makan dan selesai sholat kamipun ninggalin tempat ini dan berangkat menuju Pattaya Floating Market.


Pattaya Floating Market
56. Main Entrance Pattaya Floating Market

Pattaya Floating Market
 57. Padet banget. Pas musim liburan disana
Bagi yang pernah ke Kalsel dan liat pasar terapung disana, kita juga bisa nemuin di Thailand yang emang terkenal juga akan pasar terapungnya.  Barang2 yang dijual pun sama macam disini kek buah dan sayuran di atas perahu. Perahu yang digunakan emang cukup besar dengan kapasitas hingga 4 orang. 

Pattaya Floating Market
58. Suasana di Dalam
Source: http://www.travelhubthailandtours.com/images/hotels-pic/lightbox-pics/floating-market/floating-market010.jpg
 
Dibangun di lahan seluas 100,000 meter2, pasar terapung ini terbagi jadi 4 bagian: utara, timur, selatan, dan barat. Selain pasar terapung ada rumah-rumah kayu yang juga ngejual beberapa dagangan, mulai dari gerai buah segar, toko sovenir, sampai galeri seni. Yang juga ada pastinya aneka makanan khas Thailand, kek pad thai (mi goreng Thailand-pernah aku bahas di postingan awal), kanom jean (bihun beras) dengan aneka macem kuah kari, ka nom krok (panekuk kelapa), foi thong, dll. Jam Buka  Pattaya Floating Market adalah jam 08.00 – 18.00 dan lokasinya ada di 451/304 Mu 12, Sukhumvit Road, Tambon Nong Prue, Amphoe Bang Lamung, Chon Buri, Tel. +66 3870 6340.

2. Pattaya Beach
 Pantai yang ada di tenggara Bangkok ini cukup terkenal di dunia dengan pusat hiburan malamnya. Tapi tenang aja, kami datang kesana pas tengah hari dan lokasi kami di pantai ini pun jauh dari lokasi hiburan malam tadi, aman laahh...

Pantai cakep ini pernah kena imbas tsunami 2006 kemaren. Meskipun gitu, pantai yang bikin Thailand tambah devisa karena kunjungan turis manca yang luar biasa ini udah lengkap nawarin macem2 fasilitas dan hiburan. Mulai dari resor sampai berbagai macam olahraga air ada disana. Beberapa foto aku ambil dari sana. Kayak gini nih cakepnya Pattaya Beach...
Pattaya
59. Pattaya Beach (cuaca mendung)

3. Gems Gallery

Gems Gallery
60. Pelataran Gems Gallery Pattaya
Source: http://i1301.photobucket.com/albums/ag110/KitYiLim/bkk%204/DSCN1827_zps27e4c361.jpg
Gems Gallery di Pattaya ini adalah 1 dari empat cabang galeri permata yang ada di Thailand. Disini kami bisa liat macem2 batu permata mulai dari cara pengambilannya dari alam sampai proses pembuatan dan pemasarannya. Begitu sampai di pelataran kami disambut sama petugas cewek berbaju khas Thai dan menanyakan darimana asal negara kami. Sebelum kami masuk ke area galeri, kami dipesilakan ikut tur Germs Discovery dengan naik kereta yang masuk ke sebuah gua. Semacem masuk gua hantu gitu deh... Gelap juga awalnya pas kereta mulai jalan sampai ada anggota jamaah kami yang lansia pegang tangan ibuku kenceng saking takutnya. 

Gems Gallery
61. Kereta Gua Hantu, Eh Gua Permata Ding :p
Source: http://www.gems-gallery.com/mobile/images/store/pattaya/IMG_9419_sm.jpg
 Di dalam gua buatan ini kami disuguhi live diorama bagaimana permata/gems itu berasal. Mulai dari gunung berapi yang memuntahkan lahar dan batu2an, kemudian cara pengambilan dan pengolahan secara tradisional pada zaman dulu hingga zaman sekarang dengan alat2 modern plus arti permata bagi bangsa Thai. Narasi disajiin dalam Bahasa Indonesia disesuaikan sama negara asal pengunjung. Cukup memukau tapi sayang pengunjung ga dibolehin take pictures disana.

Abis keluar "gua" dan turun dari kereta, kami langsung disambut sama petugas yang fasih bebahasa Indonesia dan bawa kami ke suatu ruangan yang luas dimana kami bisa liat cara pengolahan batu permata jadi macem2 perhiasan apik yang langsung dipraktekin sama para tukang pembuat permatanya sendiri. Jadi inget tetanggaku dulu orang Banjar yang profesinya bikin perhiasan dari batu intan, alat2 yang dipake mirip. Nah, abis itu kami masuk ke ruangan dimana galeri dari permata yang udah jadi dipamerin dan dijual. Harganya mulai dari yang paling rendah hingga milyaran rupiah (kalau dirupiahin) ada disana tergantung dari jenis, ukuran, dan tingkat keruwetan bentuknya. Banyak turis domestik maupun manca yang datang kesono dan tertarik buat beli, termasuk mak gue. Pas mau bayar, ayah ngeluarin uang riyal. tapi ternyata petugas disana ga bisa nerima dengan alesan kalau susah nukerin riyal ke baht dan harus ke bank sentral. So petugas disana nganjurin pembayaran pakai Rp aja. Ya wis lah...


Gems Gallery
62. Ruang Display Gems Gallery Pattaya
Source: http://www.tourismthailand.org/img_resize/79/8cde70975899d15468864f11b17062_400_300_none.jpg

Selain perhiasan dan asesoris dari permata, ada juga yang dari emas dan perak. Aku emang ga tertarik sama perhiasan2 macam itu jadi aku sambil lalu aja dan masuk ke ruangan yang mamerin aneka macam traditional handicrafts khas Thailand. Nah disini aku bisa betah liat2 barang2 unik, tapi aku ga niat beli juga karena emang harganya mahal sangat! bisa 3x lipat kalau kita beli di lapak kaki lima diluar sana. Ada juga produk body care lokal dan fesyen merk terkenal juga dijual disana mulai dari baju, tas, sepatu, dompet, dll. Enaknya disini waktu pengunjung liat2 barang ga diikutin sama petugasnya. Ga macam di Indonesia yang pas mau milih2 barang diikuti trus diliatin terus sama petugas/SPG yang pastinya bikin kita ga nyaman pas belanja/milih2 barang.


Gems Gallery
63. Ruang Display Handicraft dan Fesyen Gems Gallery Pattaya
http://www.pattaya.go.th/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9393_resize.jpg 

Gems Gallery Pattaya yang letaknya di 555 Moo 6 North Pattaya Rd., Nakluea, Banglamung Thaiand ini buka tiap hari dari pukul 08.30 - 18.00. Bagi yang pengen tau detil bisa buka webnya Gems Gallery atau telp di +66 3837 1222-31, +668 3657 5757.

Usai dari situ, kami pulang karena hari udah sore. Sepanjang jalan di kawasan Pattaya yang kami liat udah mirip di Bali aja. Para turis dari berbagai ras lalu lalang disitu, hotel dari kelas backpacker hingga bintang lima, tempat makan dari pedagang kaki lima sampai yang mewah, resto fast food, mall, minimarket (disana banyak banget sevel), tempat hiburan malam hingga tempat pijat plus2 pun ada. Perjalanan yang agak jauh yang bikin capek ditambah hujan deras waktu udah hampir sampai Bangkok bikin kami ngantuk. Akhirnya satu per satu dari kami tertidur, he3... 

Kami sampai di hotel menjelang magrib. Meskipun capek, kami terutama keluargaku ga boleh tidur dulu karena mau packing buat kepulangan kami ke tanah air.

Minggu, 21 September 2014

Get Stranded in Bangkok (3): Pending Lagi Deh

Ini masih kelanjutan yang kemaren. Sembari menunggu pagi kami tiduran, ngemil sama nonton TV. Macem orang males aja nih kami, hahaha. Lah abisnya emang ga ada aktifitas penting lain. Ya karena emang kami ga ada maksud dan tujuan kesono (Bangkok). Pas itu aku iseng foto2 makanan (aku nyebutnya dish) yang kami bawa dari Solo (karena emang ga ada kerjaan sih...)

50. Camilan seadanya

Abis sholat subuh berjamaah, muncul rasa ingin tauku pengen liat suasana Bangkok di pagi hari kayak apa. Apakah macet kayak Jakarta atau gimana. Aku yang pas duduk di sebelah jendela langsung buka tirai dan seperti inilah Bangkok in the morning.

 51. Bangkok in the Morning






52. Pagi Berkabut di Bangkok

Sebenernya ga terlalu beda dengan Jakarta sih... cuma disini mungkin ga sepadet ibukota Indonesia tercintah dan pengguna jalan bener2 tertib lalin. Macet pun ga berjam2 kayak di Jakarta. Transportasi umum juga banyak, tapi lebih nyaman ketimbang di negeri sendiri.

Oke, mari kembali ke topik. Jadi hari itu rencananya kami akan ke Suvarnabhumi lagi buat berangkat ke Tanah Suci. Hari itu juga pihak biro berjanji akan datang ke Suvarnabhumi bareng sama jamaah yang "tertinggal" di Jakarta, termasuk ayah. Akhirnya setelah sarapan pagi, kami dipandu Sam, pemandu kami disana untuk menuju bus dan otw Suvarnabhumi. Lets go!

Sampai di Suvarnabhumi Sam pun pamit dan bilang kalau nanti pihak biro akan datang. Sam pun menghilang diantara kerumunan orang banyak. Waktu terus berjalan dan ga ada tanda2 kedatangan jamaah dari Indonesia. Kami pun mulai bingung. Tiba2 ada telpon dari biro dan mengatakan sebagian (besar) dari kami harus berangkat duluan. Otomatis rombongan kami terbagi lagi jadi 2 rombongan yang ga sama besar. Banyak jamaah yang emosi dan mungkin kecewa karena ada beberapa dari anggota keluarga mereka terpisah karena ga bisa berangkat bareng. Tapi mau gimana lagi, tiket udah dipesan dan akhirnya rombongan tadi berangkat duluan. Tapi aku masi bersyukur karena aku, ibu dan adek ga terpisah. Bayangin aja kalau misal kami 1 keluarga terpisah berangkat ke Tanah Suci. Terpisah di Bangkok aja udah ga enak. Apalagi di sana ya? 

Keadaan diperparah dengan salah 1 ibu rombongan kami yang marah2 karena dia merasa ditipu oleh biro. Dia mau lapor ke pihak keamanan bandara. Kami yang liat langsung berbisik ngucap istighfar. Lalu beberapa rombongan kami (termasuk ibu) berusaha nenangin tu ibu2. Akhirnya emosi dapat diredam. Tapi, si ibu tadi tetep ngeyel dan berusaha ngehubungin kabiro kami di Jakarta. Dia lalu bawa aku (karena dari rombongan kami yang lancar bahasa Inggris cuma aku) ke pihak2 yang ada di airport. mulai dari security, informasi, sampai ke money changer karena dia pengen telpon kabiro. Di Suvarnabhumi ada telpon koin so kita kudu tuker rupiah ke baht dalam bentuk receh. 

Akhirnya si ibu tadi capek sendiri dan kembali duduk di bangku tempat kami kumpul. Beberapa jamaah kembali nenangin dan nyuruh si ibu buat istighfar. Aku, ibu dan adek alhamdulillah ga terpengaruh sama sikap si ibu tadi. Aku sendiri yakin, haqqul yaqin malah, kalau Allah memang mengundang kami ke Baitullah namun dengan sedikit ujian macam ini. Aku ingat ada ayat AQ yang bilang kalau kita tidak boleh putus asa dari rahmatNya. Dan itu terbukti kami bisa ke Tanah Suci (baca postingan2 yang dulu2 yaa :))

Aku lalu coba telpon ayah via ponsel namun ga ada jawaban. Akhirnya dengan modal koin baht yang aku punya, aku sama salah satu rombongan kami, sebut saja Pak K menuju telpon umum dan coba telpon ayah dan kabiro. Pun ga nemu hasil apa2. Waktu jalan terus dan aku sama Pak K masih berkutat dengan koin dan telpon umum. Akhirnya kami kembali ke bangku dan bilang kalau kabiro ga bisa dihubungi. Aku nangkep muka2 kecewa dari para jamaah. Kami sedang diuji. Tapi ga lama kemudian ada pesan masuk di ponselku. Ternyata salah seorang dari biro mengabarkan kalau rombongan Jakarta (termasuk ayah) sudah sampai di Bangkok via di Don Mueang Airport. Kami lalu ngucap syukur dan nunggu kedatangan mereka. 





Kamis, 20 Maret 2014

Shopping Time at Makkah

Ini cerita lain pas aku di Makkah. Selain ibadah umrah aku juga nyempatin buat jalan2 di sekitar Masjidil Haram. Kebanyakan bangunan di sekitar Masjidil Haram adalah hotel2 dengan toko dan mall di lantai 1 atau ground floors nya. Kebanyakan toko menjual berbagai macam sovenir khas Tanah Suci macam parfum, sajadah, gamis, kurma, kismis, zaitun, coklat dll. Untuk mall biasanya ada di lantai 1 ke bawah hingga 3rd ground floor. Yang dijual sama kayak mall2 kebanyakan. Ada supermarketnya, toko pakaian, toko sovenir, dll. 

Hari kedua di Makkah ba’da sholat dhuhur di Masjidil Haram, aku dan keluarga masuk ke salah satu supermarket disana. Banyak para jamaah yang manfaatin waktunya kesini juga. Waktu itu bapak beli semacam roti khas Timur Tengah. Ga tau namanya tapi bentuknya bulat tipis dengan aroma khas rempah Timur Tengah. Lumayan murah juga harganya. Ibu beli air mineral buat persediaan di kamar. Aku dan adek sibuk muter2 nyari cemilan khas disana. Sempet pengen beli coklat disana karena varian rasa dan merknya buanyak banget (kayaknya orang Arab suka makan coklat deh). Tapi pilihan kami jatuh pada Lays. Ya. Karena kami suka kripik kentang dan  merk ini ada di Indonesia tapi untuk di Arab Saudi produk ini punya rasa sendiri. Kami pilih rasa french cheese. Pas itu ane liat ada eskrim juga. Aku langsung buka lemari pendinginnya dan ambil ice cream sandwich. Abis itu kami liat2 isi supermarketnya. Banyak juga dijual sayur2an hijau dan buah2an yang kebanyakan impor dari Asia.

Aku liat banyak produk Indonesia yang dijual disana. Beberapa merk makanan, minuman, obat2an macam balsem, minyak angin, obat maag dll tersedia disana. Dan... bagi yang rindu makan mi instan bisa beli Indomie karena banyak dijual dan didapet dengan gampang disana.


21. Kemasan Indomie di negara2 Timur Tengah

 Nah, pas kami lagi milih2 barang, ada salah satu pegawai supermarket yang nyapa kami. Ternyata dia orang Indonesia asal Jawa Barat yang kerja disana. Serasa ketemu sodara sendiri, dia lalu ngajak bapak ngobrol2 ringan. Ga berapa lama kemudian kami pamitan dan menuju kasir buat bayar belanjaan kami. Asal tau aja ya, semua pegawai di Arab Saudi adalah laki2 (kecuali pekerjaan yang memang hanya boleh dilakukan wanita ie. Bidan, dokter wanita untuk pasien wanita, dll). Jadi kasirnya pun laki2 juga. 

Let's talk bout the dishes :) Makanan dan minuman yang kami konsumsi pas umrah sebenernya sama dengan di Indonesia. Ada nasi, roti, lauk pauk kayak ayam, ikan, telur, sayur2an yg dimasak kayak sup, ca, tumis, dll. kalo ngepasin dapet menu nasgor, disana pake beras basmati. Beras asli India dengan penampakan gede2 (+/- 2x beras normal) dan diklaim sebagai yg terenak daripada beras/nasi lain (katanya sih...). Kalau minumannya sih standar Indonesia juga. Ada teh/kopi/sirup. Nah, menu2 yg ada adalah menu yg disesuaikan sama lidah masing2 orang dari negaranya. Karena kami jamaah Indonesia, maka menunya pun menu Indonesia. Chef dan para pembantunya pun juga didatangin dari Indonesia.

Ini dia beberapa makanan dan minuman yang kami konsumsi selama di Makkah dan Madinah :


 22. Makanan dan minuman yang pernah dikonsumsi di Tanah Suci

1. Ice cream sandwich
Ice cream sandwich vanila yang ane sama adek beli di supermarket di Makkah. Abis bayar di kasir kami kudu cepet2 balik hotel kalau ga mau eskrimnya keburu cair. Suhu Makkah saat itu sedang panas2nya mencapai 52⁰ C di tengah hari. Dan, meskipun kami udah berusaha jalan cepet buat jaga tu eskrim, sampai di kamar ane buka bungkusnya mau dimakan ternyata si sandwichnya udah melempem sebagian kena lelehan eskrimnya.

2. Chocolate puff
Ini semacem roti isi coklat yang kami makan pas city tour Makkah. Enak, coklatnya penuh. Pas digigit langsung kena coklatnya. 

3. Croissant
Croissant isi coklat ini kerasa banget menteganya. Isi coklat juga. Kami serombongan makan ini pas perjalanan ke Madinah dan pas city tour Madinah.

4. Lays
Ini dia lays yang aku beli pas di Makkah. Ada macam2 rasa. Yang kuinget Cuma 2, ini sama salt and vinegar. Kalau yang ini rasanya keju banget. Salt and vinegar rasanya kayak acar. Asin kecut. Agak nyengir2 gitu pas makan saking kecutnya, tapi abis juga tuh, hahaha XD 

5. Pepsi cola KFC
Jangan dikira di Makkah ga ada makanan fast food kek gini ya... malah banyak banget seputaran Masjidil Haram restoran2 fast food lokal sampai internasional yang buka sampai malam. Ini kami beli paketan sama burgernya di KFC depan Masjidil Haram. 

6. Burger ayam KFC
Sebelum thawaf wada’ kami udah sarapan di hotel. Selesai thawaf wada’ udah masuk siang hari. Waktunya makan siang. Tapi kami ga kembali ke hotel karena ingin menjajal salah satu kuliner khas disana. Tapi adek pengen ke KFC. Akhirnya kami beli paket burger ayam+pepsi. Isi burgernya sama kayak beli di Indonesia, Cuma ga ada sayurnya blas. Jadi Cuma burger yang ditengahnya ada dagingnya. Udah. Tapi yang khas adalah rasa ayamnya itu rempah banget khas masakan Timteng gitu... pas itu burgernya udah abis so foto kardusnya aja ya, he3... 

7. Kurma
Macam2 jenis kurma ada di sini. Foto ini diambil pas lagi di Madinah. Tepatnya di toko kurma yang dibelakangnya ada kebun kurmanya juga. Nanti ane ceritain pas udah sampai di Madinah. 

8. Macam2 oleh2 khas haji/umrah
Di Madinah tadi selain kurma, toko2 juga ngejual macam2 oleh2 makanan khas haji/umrah kayak buah tin, zaitun, coklat dll. Lengkapnya ane kupas di city tour Madinah nanti :)



Rabu, 08 Januari 2014

Ritualnya Gimana? Ya Kayak Gini

2014 is coming! Kayaknya waktu itu jalan cepet banget. Baru kemaren bikin blog, nulis blablabla belom selesai eh, udah ganti taun aje. Padahal target nulis pngalaman holy trip ini bulan kemaren rencananya kudu udah kelar. Tapi karna sibuk (baca : sok sibuk) akhirnya taun ini dilanjutin nulis lagi. Masi banyak yang belum diceritain juga soalnya... o iya ngomong2 taun baru biasanya pada bikin resolusi buat taun ini. Aku juga, banyak resolusi buat taun ini. Tapi khusus resolusi buat blog ini aku pengen bisa gendong ransel lagi sama ngicip2 kuliner unik di suatu tempat yang belum pernah atau belum sempet ane datangi. Satu lagi, nulis holy trip xperience nya cepet kelar trus sambung ke kisah dish and ransel yang laen. Amin...

Ok di tulisan terakhir aku udah masuk ke Masjidil Haram dan bersiap buat ibadah umrah. Nah ada baeknya kutulis soal seluk beluk umrah mulai dari tatacara dkk biar pas ada yang baca tulisan ini ga pada roaming sendiri. O iya buat yg udah pernah haji/umrah aku minta tolong koreksinya kalau ada tulisan yang kurang pas yak. Buat yang belum pernah ke Tanah suci kudu punya niat kuat sama usaha buat bisa kesana. Kenapa? baca tulisanku dan semoga kalian pada pengen kesana... hey3... ga ada maksud riya’ / pamer sama sekali. Cuma pengen sharing sama bagi2 ilmu aja, dan semoga kalian juga bisa ibadah disana.

 Yang pertama kali mau aku share adalah definisi umrah itu sendiri. Secara bahasa umrah artinya meramaikan. Kalau secara istilahnya, umrah berarti sengaja berkunjung ke Baitullah untuk meramaikan dengan ibadah sesuai dengan yg dituntunkan. Nah, umrah ini bisa dilakuin kapan aja di hari2 sepanjang taun dengan 1x perjalanan 1x umrah. Kalau kita kembali melihat di zaman Rasulullah dulu, beliau umrah 4x dalam rentang waktu 4 taun dan dalam tiap safar (perjalanan) beliau ga pernah melakukan lebih dari 1x umrah demikian pula para sahabat. Dan ketika hajipun beliau juga hanya umrah 1x. 

Dulu pas mau berangkat aku belajar dulu soal tatacara umrah dengan beberapa cara. Yang paling sering dilakuin adalah baca buku manasik sama tanya2 ke ibu. Dari buku yang kubaca pas itu ditulis keutamaan2 umrah dan bisa bikin aku merinding trus pengen cepet2 kesana. Ini dia beberapa keutamaannya :
1.    Penghapus dosa
2.    Dapet nilai jihad apalagi buat perempuan, berdasar hadits dari ‘Aisyah ra yang bertanya pada Rasulullah tentang apakah wanita wajib berjihad atau tidak. Dan Rasulullah menjawab ya. Wanita wajib jihad tanpa perang didalamnya yaitu haji dan umrah.
3.    Perjalanannya dalam jaminan allah berdasarkan hadits yang artinya ...dan barangsiapa keluar dari rumahnya untuk berumrah lalu mati dalam perjalanannya maka ditetapkan baginya pahala umrahnya hingga hari kiamat.
Umrah lebih utama pas Ramadhan, karena berdasarkan hadits, pahala umrah yang dilakukan pas Ramadhan itu menyamai pahala berhaji. aku dulu ga pas ramadhan sih, tapi mendekati, karena pas sampai tanah air udah masuk tanggal 1 Ramadhan.

Bagi yg belum tau, hukum umrah itu ada 2, wajib dan sunah. Wajib itu kalau umrah itu dalam rangkaian ibadah haji atau umrah karena nadzar. Sedangkan yg sunah itu ya yg dilakuin diluar ibadah haji dan bukan karena nadzar, kayak yg aku lakuin ini.

Yang namanya ibadah pasti ada rukun2nya. Kayak rukun wudhu, rukun sholat dll. Umrah juga ada. Rukun umrah itu kayak gini :
1.       Ihram atau niat umrah. diucapin pas udah pake baju ihram dan di atas vehicle pas mau melakukan perjalanan. Yang diucapin bunyinya : “Labbaiika umratan”
2.       Thawaf, atau keliling Ka’bah 7x berlawanan arah jarum jam
3.       Sa’i atau lari2 kecil antara Bukit Shofa-Marwa 7x juga
4.       Tahalul atau memendekkan rambut
5.       Tertib dan urut. Penting banget nih, kalau ga ntar umrah dianggap batal/ga sah.
Meskipun dibaca keliatan simpel tapi pas pelaksanaannya kudu serius da jangan sampe ada yg kelewat karena bisa bikin batal ibadah umrahnya. Ga mau kan kayak gitu...

Selain rukun ada juga larangan2 selama umrah. kita semua tau Tanah suci itu tempat yang emang bener2 suci. Makanya selama jamaah haji/umrah baik yg laki2/perempuan lagi ihram mereka ga boleh :
1.    pake wangi2an
2.    potong kuku
3.    nyukur/nyabut rambut/bulu di badan
4.    mengganggu/membunuh hewan
5.    melamar, merid
6.    bercumbu/bersetubuh
7.    jidal
8.    memotong tumbuhan
9.    Khusus untuk laki2 selama ihram ga boleh pakai baju biasa, ga boleh pakai sepatu yg nutupin mata kaki, ga boleh pakai penutup kepala kecuali kalau lagi luka dan harus diperban. Khusus buat perempuan ga boleh nutup telapak tangan dan ga boleh nutup muka.

Itu tadi tatacara ibadah umrah. next post bakal aku bahas pengalaman pas lagi thawaf dsb. Nanti akan ada banyak hal2 menarik yg ga masuk logika tapi beneran terjadi dan ada yg kualami sendiri. Approved!




Kamis, 03 Oktober 2013

Holy Trip (Part 3 : Long Road to Holy Land)

Welcome October, I'm starting to write again :)
Di postingan sebelumnya aku bilang mau ga mau kudu mampir Bangkok sebelum menuju Tanah Suci. Di postingan ini aku mau bahas perjalanan dari Bangkok ke Jeddah. Ga lupa diselipin tempat-tempat yang bagus buat dikunjungi sama kuliner yang ga kalah serunya disana (harus dong ya). So untuk Bangkok diposting belakangan aja.

Rombongan umrah kami berangkat dari Suvarnnabhumi International Airport Bangkok pukul 08.00 WB (Waktu Bangkok yg notabene sama dengan waktu di Indonesia bagian barat). Rombongan kami terbagi jadi 2 periode. Yang awalnya ada 35 orang dibagi menjadi 2. Aku dan keluarga kebagian rombongan 2. Total rombongan 2 ini ada 25 orang. Kami pakai Etihad Airlines menuju King Abdul Aziz International Airport di Jeddah (bandara ini khusus untuk jamaah haji dan umrah) tapi ntar transit dulu di Abu Dhabi. Jarak tempuh Bangkok-Abu Dhabi sekitar 6 jam perjalanan. So bisa diitung sampai sana kira-kira pukul 14 WIB. Dilanjut 2 jam perjalanan ke Jeddah. Jadi total perjalanan Bangkok-Jeddah jadi 8 jam perjalanan. Sama waktunya dengan perjalanan dari Jakarta-Jeddah.

Long road in the air... perjalanan di pesawat selama 8 jam bukanlah perjalanan yang singkat buatku. Selama itu pula yang aku lakuin cuma ngisi perut, baca majalah yang udah disediain, tidur, nge game lewat touch screen monitor di depan seat sama bolak-balik ke toilet karena AC yang super dingiiiiinnnn... aku juga banyak liat penumpang lain bernasib sama bolak-balik ke toilet. Ada jg yang pake selimut brukut dan milih tidur karena ga betah dingin. Dan asal tau aja sewaktu ngecek di monitor, ternyata suhu di luar pesawat mencapai -18 derajat C. Bener2 dingin!

Let's talk bout d dishes on the plane :) Karena ni pesawat jurusan Bangkok-Abu Dhabi, makanan yang disajikan sama steward & stewardess nya juga dari 2 kota/negara tadi. Pas pesawat baru aja selesai take off, selain demo safety flight, mereka juga ngasi daftar menu ke penumpangnya.Kayak gini daftar menunya :

 2. Menu di Etihad Bangkok-Abu Dhabi

6 jam di pesawat, makan besar 1x, makan selingan 2x. Selingan 1 kalo ga salah sebelum pesawat take off. Selingan 2 abis makan besar, kira2 2 jam setelahnya. Menunya kalau ga salah roti, masih anget. Lupa2 inget si pas itu :p Untuk makan besarnya (breakfast) ada 3 menu, omelet dengan kentang goreng, tomat panggang, sosis sama jamur. Yang kedua ada crepe nanas yang didalemya ada mixed berries sama saus vanila (menu pilihan adekku). Ane pilih pad thai ayam. Ini makanan khas Thailand isinya mi beras yang dibentuk gepeng goreng pakai telur, tofu cincang, asam, kacang polong, suwiran ayam dengan taburan kacang mede dan bawang merah goreng. Rasanya rempah banget pokoknya :9 Kurang lebih kayak gini "penampakannya" :

3. Pad Thai

Untuk appetisernya ada buah segar (biasanya potongan semangka/melon/nanas), yoghurt rasa buah, roti hangat dengan pelengkap keju dan mentega. Minumnya aku pilih jus biar ga enek. Selain jus ada macem2 soft drink, air mineral, kopi, teh, sari lemon, dll.

After 6 hours in the air, finally we arrived in Abu Dhabi International Airport :)
Begitu masuk bandara, yang pada dicari rombongan jamaah umrah kami adalah toilet. Suhu dalam pesawat yang sooo cool bikin para penumpang langsung ngantri di toilet bandara. O iya, sewaktu di pesawat, ketua rombongan kami bilang untuk menyiapkan baju ihram bagi jamaah laki2 karena ntar baju ihram harus udah dipake sewaktu dari Abu Dhabi ke Jeddah. Kesempatan di toilet kami manfaatin buat wudhu sama ganti baju ihram (buat jamaah laki2) setelah pagi2 sebelum berangkat ke Suvarnabhumi kami mandi besar. Sejak itu kami kudu ati2 jaga diri dari najis, aurat yang terlihat, dan perkataan yang sia2. Bener2 kudu dijaga.

Waktu kami disana, ternyata banyak juga rombongan umrah dari berbagai daerah di Indonesia dengan berbagai macam atributnya. Yaa... jamaah Indonesia itu menurutku paling menyolok kostumnya dibanding jamaah dari negara lain. Ada juga jamaah dari negara lain yang naik pesawat yang sama dengan kami. Kupikir tujuan kami disini adalah sama, menuju Baitullah. Seneng banget rasanya bisa ketemu sodara-sodari seiman dari berbagai penjuru dunia. Mereka biasanya senyum kalau ketemu jamaah dari Indonesia dan salut apalagi sama jamaah yang udah sepuh2 karena mereka menganggap jamaah yang udah sepuh itu bener2 semangat untuk beribadah ke Tanah Suci yang jauh dari kampung halaman meskipun udah berusia senja.

Kisah berlanjut di dalam Etihad tujuan Abu Dhabi-Jeddah. Jarak tempuhnya sekitar 2 jam. Ketua rombongan kami kembali menginfokan untuk hati2 menjaga pakaian yang dipakai supaya ga kena najis, apalagi kalau ke toilet. Dia juga ngasi tau nanti kami kudu melafalkan niat ihram (niat hendak umrah) yang jadi salah 1 rukunnya umrah sewaktu kami melintas di atas daerah bernama . Took 1 step closer to Holy Land... yang kulakuin selama itu cuma duduk, ngapalin doa2 sama dzikir. Ga terasa sebentar lagi kami mau melintas di atas . 10 menit sebelumnya pihak Etihad udah ngumumin untuk siap2 ngucap niat. Aku duduk sebelahan sama bapak, adek, dan salah 1 rombongan kami. Bapak yang mimpin niat habis itu dilanjut sholat 2 rekaat. Selesai sholat aku lanjutin hafalin doa sama dzikir. Parah banget nih, Tanah Suci udah dalam hitungan jam tapi masih aja hafalin doa2nya, huhuhu... Tapi ternyata banyak temennya kok, he3... Tapi kalau bisa jangan ditiru deh ya...

Ngomong2 soal menu tujuan Abu Dhabi-Jeddah, menunya udah menjurus ke Mid East dish. di appetiser ada Arabic lentil salad and hummus dip buat dressingnya. Ini makanan yang menurutku rasanya unik soalnya ada rasa asam, asin dari hummus dan tawar dari lentilnya pas dikunyah. Kalo diliat, bahan2nya dari lentil atau sejenis kacang-kacangan yang direbus sama garam trus ditiriskan lalu dikasi dressing hummus. Hummus ini bahannya dari chickpeas mateng, minyak zaitun, perasan lemon, garam, bawang putih sama bahan2 lain. 


4. Lentil Salad
5. Hummus Dip
nah, itu penampakan lentil salad sama hummusnya. Jadi lentil salad dikasi hummus di atasnya buat dressing. Aku kasi gambarnya masing2. Bisa dibayangin sendiri bentuknya gimana kalau digabung :D

Karena pas itu udah siang, lunchnya dateng. Menunya adalah chicken maklouba. ayam yang dimasak dengan bumbu2 khas Middle East ditemani nasi beraroma sedep, sayuran sama bawang goreng buat garnish. Kira2 kayak gini penampakannya : 

5. Maklouba chicken

Engga terasa akhirnya kami tiba di King Abdul Aziz International Airport. Kami dan penumpang (yang kebanyakan pada mau umrah) turun. Ada beberapa perbedaan yang aku liat dan rasain begitu sampai di depan pintu pesawat. Apa itu? ntar deh. Kali ini cukup. Postingan selanjutnya yang akan menceritakan. See ya :)




Postingan Populer

Sesame Street Elmo 2