Translate This Article

Tampilkan postingan dengan label ASEAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASEAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2019

Thailand Lagi, lagi-lagi Thailand

Rasanya sudah lama sekali tidak menulis di laman ini. Banyak cerita perjalanan yang urung dituliskan sehingga hanya disimpan di benak saja. Dengan alasan "sok sibuk" kini saya kembali ke dunia perblogan (ecieh) untuk kembali menuliskan catatan perjalanan yang belum sempat dituangkan. Selain ingin share pengalaman perjalanan, yang terpenting dari menulis disini adalah satu: melawan lupa. bagi saya mendapatkan pengalaman baru ketika sedang traveling adalah hal yang sangat berharga, lebih berharga dari barang-barang mewah yang mungkin saya miliki.

Ok, kali ini saya hendak berbagi cerita tentang perjalanan backpacking saya dan teman-teman ke dua negara yaitu Thailand dan Malaysia selama tujuh hari. Rute kami adalah Indonesia-Thailand-Malaysia-Indonesia. Awalnya, saya hanya merencanakan perjalanan ini dengan teman kuliah sekaligus roommate saya, sebut saja si C. Lalu kami berpikir alangkah baiknya kalau kami mengajak teman lain yang ingin ngetrip juga kesana. Akhirnya kami menemukan dua orang teman lagi yaitu si H dan si I, namun dua orang ini hanya ikut hingga Thailand saja tanpa ikut ke Malaysia karena terkendala izin cuti kerja mereka yang hanya sebentar. Jadilah saya dan si C yang ngebolang ke Malaysia berdua.

Hari itu tanggal 17 Pebruari 2016 kurang lebih jam 9 malam saya dan C berangkat dari Depok menuju hotel Bumi Wiyata Depok menunggu bis Hiba Utama tujuan Soetta. Sebenarnya pesawat ke Thailand terbang pukul 6.30 WIB keesokan harinya, namun karena bis Hiba dari Bumi Wiyata waktu itu hanya ada sampai pukul 22.00 saja, maka kami putuskan berangkat malam itu. Perjalanan malam ternyata bisa ditempuh dalam waktu singkat sehingga tidak membutuhkan waktu lama. Kurang lebih jam 10 malam kami sudah tiba di Soetta. Karena waktu keberangkatan masih lama, akhirnya saya dan C tidur di kursi bandara bersama para penumpang asing yang mungkin juga sama-sama menunggu penerbangan esok hari. Saya dan C akan bertemu dengan 2 orang teman lain yaitu H dan I keesokan harinya saat boarding.

Kali itu kami menggunakan Batik Air dari Jakarta kemudian transit di Changi (Singapura) dan beralih ke Thai Lion Air menuju Bangkok. Kami mendarat di Don Mueang International Airport (DMK). Dari sini kami menunggu teman C, sebut saja si K yang warga asli Thailand untuk menemani kami selama di Thailand, namun ternyata K tidak bisa menemui kami siang itu karena alasan pekerjaan. Untungnya saya dan C sempat browsing transportasi umum dari DMK ke Khaosan Road, tempat hotel kami berada. Kami pun naik shuttle bus berlabel A2 bersama dengan para turis asing lain yang sepertinya memang searah dengan kami ke Khaosan Road, pusat backpacker Thailand. Sekedar info, terdapat dua shuttle bus yang berada di DMK di tahun itu yaitu shuttle bus A1 dan A2. 

Bis yang kami naiki waktu itu ternyata tidak langsung menuju Khaosan Road. Kami pun harus turun di halte Mo Chit yang letaknya tepat di sebelah tangga menuju Mo Chit BTS Station (semacam Skytrain) mencari bis tujuan Khaosan Road. Karena ini pengalaman pertama kami ke luar negeri tanpa ikut agen tur, kami pun harus bertanya kepada warga sekitar yang lalu lalang disekitar halte. Warga Thailand yang kami tanyai pun bermacam-macam mulai dari tukang ojek pengkolan (tukang ojek disana memakai seragam jaket oranye), pedagang asongan, dan berakhir di pekerja kantoran karena hanya orang ini yang paham maksud dan tujuan kami kenapa kami ada disini. Kami berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan seperti kebanyakan masyarakat Indonesia, warga Thailand pun masih banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. Nah, setelah mendapat penjelasan dari mbak2 dan mas2 pekerja kantoran yang kami temui akhirnya kami berjalan turun ke bawah dan menunggu bis nomor 44 yang mengantar kami hingga ke dekat Khaosan Road tepatnya di Victory Monument. Oiya, nanti saya ceritakan soal transportasi di Thailand terutama bisnya karena selama di Thailand kami sering menggunakan moda transportasi ini :)

Sepanjang perjalanan saya melihat suasana jalan yang kami lalui. Suasana jalan raya layaknya di Jakarta yang khas dengan kendaraan bermotor dan gedung-gedung di kiri kanan jalan. Bedanya waktu itu di Thailand sudah ada skytrain sehingga banyak "rel melayang" di atas jalanan yang kami lewati. 

Perjalanan dari Mo Chit diperkirakan 15 menit, namun karena waktu itu sudah masuk masa orang-orang pulang kerja maka jalanan sudah mulai agak ramai sehingga sampai ke Victory Monument (monumen tempat kami turun dari bis no 44) ditempuh dalam waktu kurang lebh 1 jam. Dari situ kami melihat papan penunjuk jalan dan melihat bahwa jika kami hendak ke Khaosan Road kami harus menyeberang jalan. Tidak berapa lama kemudian kami sudah masuk ke Khaosan Road, kawasan backpacker di Thailand...

Kamis, 19 Februari 2015

Sebelum Melancong ke negeri Gajah Putih


 Bagi yang mau liburan/merencanakan liburan di Thailand, aku ada sedikit info nih, smoga bisa membantu :)
  • Bahasa dan aksara: 
Bahasa dan aksara resmi negara ini adalah bahasa Thai, tapi bahasa Inggris umum dipake dalam dunia pariwisata disini.
  • Mata uang: 
Thailand Baht (THB). 1 THB= +/-Rp. 350 atau tergantung kurs. Nuker mata uang bisa dilakuin di Bank Sentral/bank2 yang ada tulisan "currency converter". Sepengetahuanku, bank2 di Bangkok yang aku liat bisa buat nuker mata uang. Atau kalau ga pas di airport banyak banget currency converter tapi biasanya harganya lebih mahal daripada nuker di bank.
  • Zona waktu: 
Sama dengan di Indonesia bagian barat/WIB
  • Visa: 
Semua negara ASEAN bebas visa buat WNI. Batas waktu biasanya max. 30 hari. Ada juga yang hanya 15 hari jika masuk via darat.
  • Transport:
# Indonesia-Thailand 
  1. Dari Jakarta bisa naik GIA, Thai Airways, Air Asia, Tiger Air, Singapore Airlines, dan Lion Air. Tiket PP normal sekitar 3 jutaan dengan durasi terbang 2 jaman lebih.
  2. Selain Jakarta bisa juga dari Denpasar pake Thai Airways/Air Asia. Durasi terbang 3 jam-an lebih lah dengan harga tiket PP >3 juta. 
Bangkok punya 2 int. airport: Don Mueang dan Suvarnabhumi. Don Mueang dikhususin buat budget airlines macam Air Asia, Lion Air dkk sama maskapai domestik Thailand, Nok Air. Kalau Suvarnabhumi khusus untuk jalur internasional dan non budget airlines. 2 airport ini dihubungkan sama shuttle bus yang berangkat tiap 30 menit dengan waktu tempuh +/- 45 menit dan gratis buat calon penumpang dengan nunjukin bukti tiket pesawat.

Kalau pengen dapet tiket lebih murah bisa cari tiket promo dengan sering2 liat tiket promo OL. Nah, kemaren sempet liat promo Jakarta-Bangkok PP cuma 1,3 juta loh! Mayan kan...
# Airport-dalam kota
Di Bangkok ada 3 terminal bis: Ekamai (terminal bis timur), Mochit (terminal bis utara) dan Sai Thalling Chan (terminal bis selatan). Bangkok juga punya stasiun utama Hualampong dan hanya ada satu stasiun utama itu di Bangkok. Ada juga Bangkok Sky Train (BTS) yaitu jalur kereta yang dibangun di atas jalan raya dan punya 2 jalur: Siam Line (barat-selatan) dan Sukhumvit Line (timur ke Mochit di utara). Kedua jalur ini ntar ketemu di Stasiun Siam. Tarifnya THB 15-42 dengan jam operasi pukul 06.30-24.00. Ada juga Mass Rapit Transit (MRT)/Subway/kereta bawah tanah yang hanya ada 1 jalur aja. Tarifnya THB 16-40 dengan jam operasi sama kayak BTS. BTS sama MRT dibangun buat mengantisipasi kemacetan di Bangkok.

Tiket buat BTS/MRT bisa dibeli di mesin tiket yang tersedia dan alhamdulillah ada pilihan bahasa Inggrisnya :) O iya ada 2 macam tiket: Single Journey Ticket sama One Day Pass. SJT hanya bisa dipake di hari itu aja. Nah, kalau mau kemana2 pake BTS/MRT bolak-balik mending pake yang ODP.
  1. Dari Suvarnabhumi:
    ^  Bis umum dengan tarif THB 35
    ^ Airport rail link THB 45 ke stasiun BTS Phaya Thai trus sambung lagi pake BTS ke itinerary tujuan.
    ^ Taksi. Biasanya dari airport harga borongan +/- THB 500 udah termask surcharge
  2. Dari Don Mueang: 
^ Airport bus THB 30
^ Taksi ke BTS Mochit THB 100. Kalau sesuai argo ke dalam kota sekitar THB 200.
^ Kereta ke Stasiun Hualampong kelas 1 tarifnya THB 21, kelas 2 THB 11 dan kelas 3 THB 5
  • Tips
  1. Kalau mau pergi2 jarak dekat dan ber-4 lebih baik naik taksi, soalnya tarif jarak dekat biasanya minta borongan THB 100. Kalau pake argo ga bakal lebih dari THB 100, lebih irit daripada naik BTS/MRT. Bisa juga naik bis kota ber-AC THB 10-25, non AC THB 10. 
  2. Bagi yang pengen nyoba transportasi khas Thailand bisa naik tuktuk dengan tarif THB 50-100 (bisa nego) untuk jarak dekat. 
  3. Nah, kalau kami dulu city tour pakai mobil van yang muat sampe 8 orang. Kalau rombongan banyak lebih nyaman naik mobil van deh. Harga sewa+supir+BBM keliling Bangkok +/- THB 800-1600 tergantung jaraknya.
  4.  Thailand beriklim tropis kayak Indonesia. Kapan aja mau kesana nggak masalah buat orang Indonesia. Untuk cuaca dan iklim, bulan Nopember-Pebruari udara biasanya agak dingin daripada biasanya. Bulan Maret-April berhawa  panas dan musim hujan biasanya ada di bulan Mei-Oktober. 
Yup, itu dia infonya, ga banyak sih, tapi moga aja bisa bantu bagi yang mau melancong ke sono :)

Postingan Populer

Sesame Street Elmo 2