Translate This Article

Tampilkan postingan dengan label Muzdalifah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muzdalifah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2014

Renovasi Masjidil Haram

Waktu kami umrah ngepasin sama renovasi Masjidil Haram, tepatnya perluasan Masjidil Haram. Sebenernya masjid ini udah beberapa kali direnovasi (untuk perluasan) demi kenyamanan para jamaah haji/umrah. karena dari taun ke taun orang2 yang pergi ke Tanah Suci semakin banyak (jamaah terbanyak dari Turki. Indonesia ada di urutan kedua) makanya pemerintah Arab Saudi juga berusaha ngasih fasilitas yang apik buat para jamaah. 

Proyek renovasi ini direncanain selesai dalam 3 tahun. Negara kita tercintah Indonesia pun ikut ambil bagian dalam renov ini. Salah satu BUMN yang bergerak di bidang konstruksi ikut jadi subkontraktor disana. 

Bagi yang pernah ke Tanah Suci sebelum renovasi pasti pernah ke pasar terbesar yang jualan oleh2 haji di Makkah. Ya, orang Indonesia nyebutnya sebagai Pasar Seng. Pas umrah kemaren ane ga liat pasar itu karena masuk dalam area perluasan Masjidil Haram yang letaknya sebelahan sama Masjidil Haram. Renovasi emang dilakuin besar2an. Luasnya bakal ditambah 400 ribu m2. Masjidil Haram pas itu ga cuma dipadati jamaah, tapi juga oleh kendaraan+alat berat. Di setiap sudut ada plang nama proyek dan pekerja yang lalu lalang. Karena Makkah adalah Tanah Suci, maka yang boleh masuk dan bekerja di proyek ini adalah umat muslim saja. Pekerjanya pun ga melulu dari Timur Tengah tapi bisa aku liat pekerja berciri fisik Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, Eropa, Afrika dan sebagainya.  Mereka bekerja di bawah kendali Saudi Bin Ladin Group, perusahaan kontraktor milik keluarga kerajaan Arab Saudi. Konon pekerjanya mencapai 8.000 orang. Aktivitasnya 24 jam dikerjain dengan alat2 canggih kecuali waktu shalat. Ini juga jadi suatu kesempatan yang baik buat para pekerja karena selain bisa terpilih kerja di megaproyek prestis yang ga semua orang bisa disitu, mereka juga bisa sekaligus ibadah umrah.

21. Thawaf ditengah2 renovasi Masjidil Haram

Ratusan truk hilir mudik ngangkut batu dan tanah bekas galian dari Syamiyah, gunung batu di sekitar Masjidil Haram. Tadinya gunung itu menjulang tinggi. Kini dibuat rata jadi pondasi, sementara bagian yang tersisa masih terlihat bangunan rumah dan toko yang udah ditinggal penghuninya. Beberapa bagian masjid sudah dirobohkan dan sedang dalam proses renovasi. Akibatnya, space masjid yang digunakan buat shalat juga berkurang. Daya tampungnya pun ikut berkurang. Di arena thawaf aja pas renov ini daya tampungnya cuma 22 ribuan jamaah. Padahal dalam kondisi normal bisa nampung 52 ribu jamaah. Tapi abis renov ini nanti arena thawaf bakal bisa nampung jamaah sebanyak 150 ribu. Itulah sebabnya jamaah haji dari Indonesia tahun 2013 kemaren dipotong kuotanya 20% buat menghindari keadaan yang ga diinginkan. Kalau proyek yang diprediksi tahun 2016 ini selesai, maka jamaah yang beribadah disana bakalan bisa lebih banyak. Dari yang awalnya hanya bisa nampung 2,5 juta jamaah akan naik jadi 4 juta jamaah.

22. Pembangunan arena thawaf lantai 2

 Nah karena lagi ada proyek ini maka aturan waktu sholat jadi lebih ketat. Petugas di Masjidil Haram bakal nutup dan buka pintu gerbang Masjidil Haram 15 menit sebelum dan sesudahnya. Jadi kudu atur waktu biar ga telat ke Masjidil Haram atau ga bakal bisa sholat jamaah disitu.

23. Alat2 berat yang dijalankan bersamaan dengan thawaf
Selain perluasan Masjidil Haram, Raja Abdullah juga membangun Mekkah Royal Clock Tower, menara jam yang puncaknya dilapisi emas setinggi 600 m. Menara ini bakal jadi bangunan kedua tertinggi di dunia abis Burj Khalifa di Dubai. Jam menara dibikin enam kali lebih gede dari Big Ben di London dan bakal dijadiin patokan waktu alternatif selain GMT (Greenwich Mean Time).

23. Makkah Royal Clock Tower
 (source : http://uniqpost.com/wp-content/uploads/2012/07/433.jpg)

Puncak menara dilengkapi dengan pengeras suara yang mampu memancarkan suara adzan sampai 7 km dari Masjidil Haram. Dilengkapi dengan lampu hijau dan putih yang nyala pas adzan berkumandang. Lampunya bisa diliat dari jarak 30 km, sebagai pertanda bagi mereka yang ga terjangkau suara bahwa sedang berlangsung adzan di Haram. Trus buat menghindari kemacetan saat musim haji juga akan dibangun terowongan yang hubungin Mina, Mudzalifah dan Arafah.
Buatku, renov ini punya arti positif dan negatif. Positifnya adalah Masjidil Haram akan bisa nampung banyak lagi jamaah dan akan lebih nyaman dengan tambahan fasilitas yang sedang disediain sekarang. Negatifnya adalah banyak tempat2 bersejarah yang hilang/dihancurin buat perluasan Masjidil Haram ini. Diantaranya adalah rumah istri Rasulullah SAW, Khatijah ra.


Minggu, 23 Februari 2014

City Tour Makkah (Part 2)

 Jabal Tsur sama Jabal Rahmah udah. sekarang saatnya menuju destinasi berikutnya : 

3. Arafah, Muzdalifah, Mina
Perjalanan dilanjut melewati Padang Arafah yaitu padang pasir yang terletak sekitar 25 km sebelah timur Makkah. Penampakannya daratan pasir luas ga berpenghuni dikelilingi bukit2 batu. Setiap musim haji menjelang tanggal 9 Dzulhijjah Arafah didatangi umat Islam dari seluruh dunia untuk wukuf. Trus lewat Muzdalifah yang terletak antara Arafah dan Mina. Di Muzdalifah ini jamaah haji bermalam (mabit) dan mengambil 70 atau 49 butir batu kecil untuk persiapan lempar jumroh di Mina. nah pas lewat Mina, muthawwif jelasin ke kita kalau jamaah haji datang lagi ke Mina setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah. Jamaah haji ke Mina lagi karena para jamaah haji akan melempar jumroh. Di Mina ini, pada malam hari tidur dan pada siang hari lempar jumroh. Kami liat banyak tenda2 disana. Saat itu kosong karena bukan musim haji. Tanah di Mina tidak boleh dimiliki oleh perorangan karena untuk keperluan ibadah aja. Selain itu Mina juga  dipakai buat lokasi penyembelihan kurban. Di Mina ada Masjid Khaif, masjid dimana Rasulullah SAW melakukan shalat dan khutbah ketika berada di Mina saat ibadah Haji.

 15. Tenda2 di Mina

4. Masjid Ji'ronah
16. Masjid Ji'ronah

Bis terus melaju menuju Masjid Ji’ronah. Sesuai namanya masjid ini terletak di daerah Ji’ronah sekitar 22 km di timur laut Makkah. Luas masjidnya sendiri mencapai 1.600 M2 dan nampung hingga 1.000 jama’ah shalat. 
Karena Ji’ronah merupakan tanda batas haram maka di masjid ini jadi tempat miqat, dimana harus memakai pakaian ihram dan berniat ihram sebagai syarat memasuki tanah suci Mekkah. Dari sinilah Rasulullah SAW berihram untuk melakukan umrohnya yang ke tiga kali. Ji’ronah merupakan tempat miqat umroh yang paling afdhal bagi penduduk Makkah, juga merupakan miqat paling tinggi derajatnya dibanding miqat yang lain. Ini menurut kebanyakan pendapat para ulama. Rasulallah SAW sendiri melakukan umroh dari Ji’ronah. Beliau bermukim di sana selama 13 hari dan berihram dari sana. Makanya ada beberapa anggota rombongan umrah kami yang mengambil miqat di masjid ini untuk menjalankan umrah kedua.

Didaerah ini ada beberapa tempat ziarah, salah satunya sebuah masjid dan Sumur Bir Thoflah (sumur yang airnya dikenal punya rasa tersendiri). Menurut riwayatnya sumur ini dulunya terdapat salah satu mukjizat Rasulullah SAW pas kehabisan air usai perang Hunain. Rasulullah SAW bersama para pejuang Islam berhenti untuk membagi-bagikan hasil kemenangan. Karena persediaan air habis dan ga ada sumur, Rasulallah SAW memukulkan tongkatnya lalu keluarlah air. Air ini sering dipercaya dapat nyembuhin penyakit dan ga pernah kering.

Sewaktu di Ji’ronah kami turun dari bis dan melihat2 keadaan sekitar. Banyak jamaah yang berihram disini. Banyak juga para pedagang yang nawarin sovenir khas Tanah Suci kayak parfum, gelang khas, tasbih, kurma dll. Cukup menarik. Tapi aku tertarik sama satu makhluk kecil diluar masjid, tepatnya di depan toilet laki2 masjid. Ada seorang anak laki2 mungkin umurnya 4 taun bawa baju ihram bapaknya dan nungguin di depan toilet. Muka lucu anak2 khas Timur Tengah dengan postur kecil bikin aku ambil gambar diam2 disana. entah kenapa aku suka banget liat tingkah polah bocah kecil, apalagi yang punya Arabian face kayak gini, he3... ini dia bocahnya :D
 18. Tampak samping :D

19. Cemas nungguin bapaknya ga keluar2

20. Berat bawa baju ihram bapaknya, kasian XD

Abis semuanya di dalam bis lagi, kami lanjutin perjalanan kembali ke Makkah untuk menjalankan sholat dzuhur dan makan siang. Okay, itu tadi ziarah di Makkah. Nanti ada juga ziarah di Madinah. Can’t wait to share. Sure! :D

Postingan Populer

Sesame Street Elmo 2