Translate This Article

Kamis, 21 Agustus 2014

Get Stranded in Bangkok: Pisah Sama Ayah

Yup. We get stranded in Bangkok. jadi kisah bemula pas kami jamaah umrah transit di Jakarta untuk kemudian terbang ke Jeddah. Tapi ternyata Allah menghendaki kami transit juga di Bangkok selama (katanya) 1 hari baru bisa ke Jeddah. Jumlah total rombongan kami kalau ga salah ada 24 orang. Sebelumnya udah ada jamaah umrah yang berangkat duluan tanggal 25 Juni, 1 hari sebelum kami yang berangkat dari Jakarta ke Jeddah tanpa transit.

Pagi tanggal 26 Juni kami otw ke Soekarno-Hatta International Airport (Soetta). Alhamdulillah jalanan ga macet pas itu. pesawat ke Bangkok tiba siang. Sementara itu kami di airport nyiapain semua kelengkapan pejalanan kami sembari nunggu siang. Lalu siangpun datang dan kami mulai bergerak untuk check-in. Kami pikir kami bisa barengan ke Bangkok. tapi ternyata jamaah kami ini masih dibagi lagi jadi 2 kloter tanpa sepengetahuan para jamaah. dan malangnya aku, ibu dan adek ga 1 kloter sama ayah. Saat itu juga ayah langsung menanyakan ke kabiro. Karena ga dapet jawaban yang jelas akhirnya ayah datengin petugas yang ngurusin keberangkatan ke Bangkok jam itu. ternyata hasilnya sama aja, gaje alias gajelas. akhirnya ayah nyimpulin sendiri kalau ada sesuatu yang ga beres dan ditutupi sama biro ini. tapi Alhamdulillah ayah tetep berusaha khuznudzon. Cuma ayah berusaha caritau sendiri jawabannya. dan akhirnya ayah nemu benang merah dari semua masalah ini. Mau tau? Oke2... sabar, aku posting ntar deh.

Kami sekeluaga ga bisa pergi tanpa ayah. Secara ayah tu imam kami. Masak kami pergi tanpanya. Lagian dari keluarga kami dan jamaah umrah ini ayahlah yang paling pengalaman keluar negeri dan urusan tetek bengeknya. Jamaah merasa iba dengan kami. Mereka udah mulai menuju pesawat sedangkan kami bertiga masih nunggu ayah "berdiplomasi" sama petugas biar kita bisa berangkat 1 keluarga. Tapi Allah ga izinkan kami berangkat bareng. akhirnya ayah berangkat sama kloter 2 (termasuk kabiro) dan kami bertiga dengan berat hati berpisah dengan ayah dan segera berlari menuju pengecekan tiket dan selanjutnya lari lagi menuju pesawat. Alhamdulillah kami belum ketinggalan.

Sampai di dalam pesawat pun kami duduk terpisah dan ga jadi 1 sama adek dan ibu. itu aku sadari abis baca nomor kursiku yang jauh angkanya dengan punya ibu dan adek. Dan ternyata sebagian besar jamaah juga gitu. Tapi Alhamdulillah lagi aku sebelahan sama pasutri yang juga rombongan umrah kami. Mereka juga merasa iba atas terpisahnya kami dari ayah. Selama di pesawat selain ngobrol sama pasutri ini, aku berdoa biar cepet sampai Bangkok dengan selamat dan ketemu ayah disana lalu kami dan jamaah berangkat ke Tanah Suci dengan selamat pula.

Mungkin para penumpang lain pada heran liat kami. Kami kayak rombongan tur dengan baju bercorak sama yang mau piknik ke Thailand yang para wanitanya berhijab besar dan kebanyakan adalah para lansia. Whatever lah. Yang penting tujuan utama kami bukan kesana, tapi ke Tanah Suci.


Postingan Populer

Sesame Street Elmo 2